OKU MEMBACA

Membaca,

Apa yang ada difikiran anak-anak dan remaja sekarang tentang membaca?, sebagian  besar dari mereka pasti menganggap hal tersebut membosankan, membuat kantuk dan tidak asyik. Bukan menjadi rahasia lagi bahwa membaca tidak disenangi oleh sebagian besar anak-anak dan remaja masa kini, mereka bahkan lebih memilih nongkrong bersama teman mereka atau mencari kesenangan untuk mereka. Akibatnya, remaja masa kini tidak memiliki pengetahuan yang tinggi. Banyak remaja dan anak-anak yang bahkan terjerumus ke arah yang tidak baik. Motivasi mereka untuk bisa bersahabat dengan ilmu pengetahuan sangatlah tipis.

Namun tidak bagi sebagian remaja-remaja di kabupaten Ogan Komering Ulu yang malah memiliki hoby membaca. Merekalah orang-orang yang memiliki motivasi tinggi untuk bersahabat dengan ilmu pengetahuan. Mereka menganggap buku sebagai sahabat bagi mereka, guru bagi mereka, dan kesenangan bagi mereka. Sungguh hal tersebut berbanding terbalik dengan mereka remaja-remaja yang menganggap membaca itu membosankan sehingga buku menjadi hantu bagi hidup mereka, karena ketika dihadapkan dengan buku mereka lebih memilih menghindar bahkan ada yang lebih memilih untuk tidur daripada harus membaca atau belajar.

Bagi mereka, teman-teman kita yang motivasinya tinggi untuk bersahabat dengan ilmu, membaca sangat bermanfaat bagi mereka. Berikut pendapat atau kata-kata yang sebagian teman-teman yang memiliki hoby membaca ketika mereka ditanya tentang apa manfaat membaca bagi diri mereka :

  1. Menghilangkan kejenuhan
  2. Menambah wawasan dan pengetahuan
  3. Menemukan dunia lain
  4. Mengasah otak dan konsentrasi
  5. Memperbanyak kosakata
  6. Membiasakan kebiasaan baik.

Bukan manfaat yang telah disebutkan oleh teman-teman kita diatas sangat baik untuk pribadi masing-masing. Namun teman-teman yang telah berseru tentang manfaat-manfaat di atas masih belum bisa dikatakan sebagai pembaca sejati, sahabat sejati bagi buku yang mereka baca, mereka belum bisa memaknai dan menjiwai buku yang mereka baca karena bagi mereka mebaca hanya memenuhi satu dari kebutuhan ilmu yang harus mereka penuhi, yaitu ilmu profesi. Padahal bukan hanya ilmu profesi itu yang bisa dipenuhi melalui membacam Menurut Ustad Didik Purwodarsono dalam bukunya yang berjudul,” Kecerdasan Menatap Masa Depan”, beliau mengatakan paling tidak ada tiga ilmu yang harus dipenuhi oleh seorang individu dan dua diantaranya bisa dipenuhi melalui membaca, ilmu-ilmu tersebut antara lain :

  1. Ilmu Profesi
  2. Ilmu syar’i
  3. Ilmu Beladiri

Dari ketiga ilmu diatas dua diantaranya yang dapat dipenuhi melalui membaca yaitu ilmu profesi dan ilmu syar’i. Teman-teman kita yang hanya bisa memenuhi ilmu profesi mereka melalui membaca biasanya hanya mementingkan untuk mengetahui atau membaca hal-hal yang bersifat duniawi. Mereka kurang senang untuk memahami pengetahuan tentang keyakinan mereka. Yang mereka baca hanya buku-buku seperti pelajaran sekolah, ilmu alam dan buku-buku hiburan seperti novel, majalah dan lain-lain. Padahal ada ilmu lain yang harus mereka penuhi, ada ilmu lain yang harus mereka junjung lebih tinggi dari pada ilmu profesi, yaitu ilmu syar’i, ilmu ini lah yang nantinya menjadikan seseorang memiliki karakter batin.

Mungkin saat ini bisa dihitung dengam jari remaja-remaja yang mampu menggabungkan kedua ilmu tersebut dengan membaca atau yang menjunjung tinggi ilmu syar’i. Dari  10 remaja hanya dua diantaranya yang mampu menggabungkannya. Mereka yang bisa menggabungkannya berkata bahwa membaca bagi mereka tidak hanya untuk mencari ilmu semata, tapi selain dari itu menurut mereka membaca merupakan proses mencari diri terbaik dari diri mereka sendiri dan menambahkan keyakinan terhadap Tuhan mereka dan siapa yang menciptakan mereka.

OKU Membaca, Haruskah?

Ya harus dan bahkan sangat harus. Sebelum terlambat memperbaiki dan mumpung moral dan wawasan anak dan remaja OKU belum terlalu tergunjing dengan era globalisasi. Remaja OKU harus mengerti apa itu membaca dan apa saja yang harus mereka baca. Namun diluar itu mungkin lumayan sulit, minimal remaja OKU harus menumbuhkan rasa kesukaan mereka terhadap membaca. Jangan sampai anak dan remaja OKU ditinggal zaman, rusak moral dan tidak memiliki jiwa yang syar’i.

Anak dan remaja OKU harus beradab, harus memiliki moral yang baik dan tidak menyimpang dari syari’at. Bagaimanakah caranya?, tentu dengan membaca, memperbanyak wawasan dan mempertebal tiga ilmu yang telah disebutkan diatas. Bukan hanya melalui membaca di buku, tapi juga di media elektronik dan lain sebagainya. Jangan sampai anak dan remaja OKU seperti kata pepatah jawa,” Dikongkon dzikir ora iso, diajak mikir ora tekan” (Disuruh dzikir tidak bisa, diajak berfikir tidak sampai). Anak dan remaja OKU haruslah seperti satu kata pepatah lain,” Iso dzikir, pinter mikir: (Bisa dzikir, pintar berfikir). Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: