KY “Beri Perhatian” Putusan Bebas Kasus Korupsi

Rabu, 19 Oktober 2011 09:50

Purwokerto (Komisi Yudisial) – Komisi Yudisial (KY) konsen terhadap putusan bebas terhadap terdakwa kasus korupsi oleh Walikota Bekasi nonaktif oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Bandung.

 

 

Wakil Ketua KY H. Imam Anshori Saleh, S.H., M.Hum., mengatakan akan menyelidiki kasus putusan bebas terdakwa kasus korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Bandung. “Kalau ditemukan ada pelangggaran etika dan  prosedur hukum acara maka KY akan melakukan kajian,” kata Imam didampingi Sekretaris Jenderal KY Drs. Muzayyin Mahbub, M.Si., dalam acara konfrensi pers terkait putusan bebas terdakwa kasus korupsi pada PN Tipikor Bandung di Universitas Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jawa Tengah (13/10).

Wakil Ketua KY menambahkan, sejak awal KY telah mengawal kasus putusan bebas terhadap terdakwa kasus korupsi yang dilakukan oleh Walikota Bekasi nonaktif, Mochtar Muhamad. “Jejaring KY yang berada di wilayah Jawa Barat beberapa hari sebelum penjatuhan vonis tersebut telah menginformasikan bahwa yang bersangkutan (Mochtar Muhamad) akan dibebaskan dari segala tuduhan,” ujar Imam.

Seperti sudah diketahui sebelumnya bahwa Majelis Hakim PN Tipikor Bandung menjatuhkan vonis bebas murni kepada Walikota Bekasi nonaktif, Mochtar Muhamad yang juga Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Mochtar dengan ancaman pidana hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp. 300 juta. Jaksa juga menuntut agar walikota nonaktif ini mengembalikan kerugian Negara sebesar Rp. 639 juta.

Mochtar Muhamad didakwa oleh JPU atas empat kasus korupsi, yaitu:

  1. Dugaan melakukan suap kepada tim panitia anggaran DPRD Kota Bekasi terkait penyusunan APBD 2010, senilai lebih dari Rp. 4 miliar;
  2. Penyalahgunaan dana anggaran makan minum yaitu dana prasmanan, dialog dan audiensi dengan melakukan jamuan makan bersama tokoh masyarakat sebesar Rp. 639 juta. Dana tersebut berasal dari APBD tahun 2009 dan diduga dipakai Mochtar untuk melunasi hutang-hutang pribadinya ke Bank Jabar cabang Kota Bekasi;
  3. Menyuap untuk mendapatkan Piala Adipura tahun 2010 sebesar Rp. 500 juta;
  4. Menyuap tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mendapat  Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) senilai Rp. 400 juta.

Imam Anshori Saleh mengatakan bahwa pada prinsipnya KY itu bertugas menjaga keluhuran martabat serta perilaku hakim. “KY tidak mengawasi putusannya dan kita menghormati putusan hakim,” ujar Imam sambil menekankan bahwa KY dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah bekerja sama terkait kasus yang tengah menjadi perhatian oleh masyarakat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Imam menjelaskan prosedur penanganan perkara di KY. Proses awal diawali dengan “anotasi putusan” yang dilakukan oleh tim ahli. Selanjutnya, akan dilakukan panel yang dihadiri minimal tiga Anggota KY untuk menelaah hasil anotasi. Hasil panel akan dibawa dalam rapat pleno. “Dalam melakukan proses itu semua KY mempunyai target waktu paling lama 90 hari sesuai amanat UU KY. Tetapi kalau kasusnya bersifat prioritas bisa dipercepat,” jelas Wakil Ketua KY.

Apabila ditemukan penyimpangan oleh hakim, KY akan mengusulkan kepada Mahkamah Agung (MA) untuk memberikan rekomendasi sanksi kepada hakim tersebut berupa sanksi ringan yaitu berupa peringatan tertulis, sanksi sedang yaitu me-non palukan hakim tersebut, dan sanksi berat yaitu pemberhentian dengan tidak hormat.

Proses sanksi dengan rekomendasi yaitu sanksi ringan, sanksi sedang dan berat akan dibawa dalam sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang terdiri dari empat Anggota KY dan tiga orang Hakim Agung dari MA. MKH bisa menjadi ajang bela diri hakim yang dilaporkan, hakim terlapor, terhadap laporan masyarakat. (KY/Emry)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: